Pengemudi Ojol Kaget Harga BBM Naik Lebih Dari Rp 1.000 Per Liter

oleh -di lihat 136 kali
Pengemudi Ojol Kaget Harga BBM Naik Lebih Dari Rp 1.000 Per Liter

RAKANEWS.COM, BANDUNG – Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM naik) mulai Sabtu ini (9 Maret 2022) pukul 14:30 WIB.

Bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan harga BBM segera.

Banyak kelompok masyarakat yang mengkritik kebijakan pemerintah ini. Tak terkecuali pengemudi ojek online (ojol).

Rahman Tohir, ketua forum komunikasi pengemudi online Indonesia, mengatakan kenaikan harga BBM “sangat menyedihkan” bagi pengemudi ojek.

“Kenaikan harga BBM ini tentu akan menimbulkan efek domino yang sangat luas, termasuk kebutuhan pokok,” kata Tohir kepada media, Sabtu (9 Maret 2022).

Tohir juga menyoroti kebijakan kenaikan tarif yang belum di putuskan. Kenaikan tarif Ojol telah di tunda dua kali oleh Kementerian Perhubungan.

Kenaikan tarif Ojol sendiri semula di jadwalkan 14 Agustus, namun di tunda. Kemudian, pada 29 Agustus, keputusan Ojol untuk menaikkan tarif kembali tertunda.

Tohir khawatir tarif ojol tidak akan banyak membantu mengimbangi dampak kenaikan harga BBM.

Pasalnya, kenaikan harga BBM menimbulkan efek domino terhadap harga kebutuhan pokok lainnya.

“Menurut saya dan sebagian besar teman-teman ini tidak masuk akal karena efek domino (kenaikan harga BBM) begitu luas, karena tarif BBM pasti akan meningkatkan semua kebutuhan hidup.”

Pengemudi Ojek Online Terkejut

Sopir Ojol Erik, yang bekerja di Bandung, Jawa Barat, terkejut mendengar harga BBM mulai hari ini naik.

Saat Presiden Jokowi mengumumkan informasi kenaikan harga BBM, Erik mengantre di sebuah SPBU di Jalan Martadinata, Bandung, Jawa Barat.

Dia belum mengetahui secara resmi pemerintah mengumumkan kenaikan harga minyak.

Erik menjawab Kompas.TV: “Saya belum tahu (informasi kenaikan BBM). Saya tidak pernah melihat berita lagi. Tidak ada keributan pada 1 September kemarin, bukan?”

Saat mendengar Pertalite justru naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, dia kaget tidak percaya.

“Tentunya akan kurang menguntungkan di bandingkan rate (penghasilan) yang saya dapatkan sebagai sopir,” kata Erik.

Selain itu, dia memakainya setiap hari di tempat kerja. Dia mengatakan harganya sangat tinggi.

Rairaka/tribunnews

 

Tentang Penulis: Raka Putra Media

Gambar Gravatar
Raka Putra Media adalah seorang koresponden dan penulis di media online Raka News.

No More Posts Available.

No more pages to load.