JIS Lebih Cocok Kalau Berlokasi Di Madrid, London, Dan Milan Kata Sekjen PSSI

oleh -di lihat 238 kali
JIS Cocok di eropa

RAKANEWS.COM, JAKARTA – Stadion Jakarta Internasional atau yang lebih dikenal dengan nama Jakarta International Stadium (JIS) belakangan ini ramai di perbincangkan khalayak ramai.

Kabar soal stadion megah yang berlokasi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara itu mencuat setelah Tim Nasioanl (Timnas) Indonesia gagal menjamu Timnas Curacao dalam rangkaian FIFA matchday di stadion tersebut.

Seperti yang di ketahui saat ini, pertandingan tersebut akan di gelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk leg pertama dan Stadion Pakansari, Bogor pada leg kedua.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Yunus Nusi mengatakan. Ada beberapa poin penting yang menjadi alasan mengapa pertandingan itu tak di gelar di JIS.

Sejatinya, PSSI dalam hal ini tak menyangkal jika JIS adalah stadion yang megah dan layak untuk di pakai. Jika di lihat dari sisi fasilitas yang berada di dalam Satdion yang berkapasitas 82 ribu penonton itu.

Tak hanya itu, Yunus Nusi juga mengatakan, akses ke stadion juga perlu menjadi perhatian. Ketika penonton banyak yang membawa kendaraan bermotor dan minimnya kantong parkir yang tersedia.

Cocok di Negara Eropa

Pria yang sempat menjabat sebagai Asprov PSSI Kalimantan Timur itu pun menyebut, JIS akan layak di pakai jika berada di tengah-tengah kota di negara-negara Eropa.

“Akan lebih benar lagi ketika JIS itu berada di tengah-tengah kota Madrid, London, Milan. Itu sangat representatif untuk sebuah stadion,” ujar Yunus Nusi saat di temui di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI, Senin (12/9/2022).

“Karena kan beda infrastruktur dan stadion sekelas JIS itu sangat cocok berada di tengah-tengah kota Madrid, Milan. Aksesnya di Madrid kita tahu bersama tempat parkirnya di luar juga bagus, di Eropa khususnya,” lanjutnya.

Yunus Nusi menyebut, keberadaan JIS yang berada di kawasan padat penduduk itu riskan. Karena berisiko menghasilkan penumpukan massa penonton.

“Tetapi FIFA tahu tidak di sekitarnya ada jalur kereta, pemukiman padat penduduk, jalan sempit. Serta tidak ada kantong parkirnya,” tegas Yunus Nusi.

“Itu yang bagi kami untuk saat ini belum sesuai dengan karakter suporter Indonesia. Lalu ketika nanti tim tamu misalnya, langsung berhenti di area umum. Di sana ada pemain-pemain hebat yang juga ada ribuan suporter yang melihatnya. Itu kan keamanannya kurang begitu bagus” sambungnya.

Sekadar infromasi, Timnas Indonesia akan menghadapi Curacao pada tanggal 24 dan 27 September mendatang.

Tentang Penulis: Raka Putra Media

Gambar Gravatar
Raka Putra Media adalah seorang koresponden dan penulis di media online Raka News.

No More Posts Available.

No more pages to load.