Warga KPM BPNT Desa Bojong Rangkas Kecewa Beras yang Diterima Berkutu

oleh -di lihat 17 kali
beras sembako bojong rangkas

Rakanews.com CIAMPEA – Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Bojong Rangkas merasa kecewa dan mengeluh.

Penyebabnya beras yang mereka terima dari BPNT beberapa minggu lalu berwarna kekuningan dan berkutu. Bahkan tampak kerikil kecil di berasnya.

Ketika ditemui awak media rakanews pada 10/10/2021, Asmi warga RT 06/07 mengeluhkan, “berasnya kalau di cuci cepet hancur, kalau di masak nasinya lembek seperti bubur. Kita mah orang bawah mau ngadu-ngadu ke siapa pak. Kami tidak tahu, terpaksa saja kami makan.” Keluhnya.

“Abdi oge osok kenging BPNT tapi beasna alus, sanguna pulen bodas sengit deui. beda jeung nu anak (Asmi). Keurmah kakarak meunangna langsung jore kitu pak, sayurana di piceun da buruk.” kata urang tua Asmi yang kebetulan ada disitu menambahkan.

Hal senada juga di keluhkan Anggi warga RW 08. Dia mengakui beberapa waktu lalu mendapatkan bantuan BPNT.

“Saya belum pernah mendapatkan bantuan sebelumnya. Yang lain mah dapat bantuan dari dulu, saya mah baru sekarang dapat tujuh karung, beasna jore, koneng weh etamah.” Keluh Anggi.

beras sembako kpm bpnt

Aya keneh nu jore salian tibeas, tahuna ancur jeung sayurana buruk, ari buah jeung endogna mah bagus,” tambahnya sewaktu di wawancara tentang komoditi lainnya.

Menurut warga RT 02/08 yang enggan di sebutkan namanya sangat menyayangkan hal ini terjadi.

“Biasana mah alus pak. Karak ayeuna hungkul beasna jore.” Terangnya.

Beras KPM BPNT Sudah Sesuai Pesanan

Sementara itu Pupu, pemilik agen atau e-warung ketika kami konfirmasi terkait keluhan dari KPM mengenai permasalahan tersebut.

Ia mengakui ada beberapa warga yang komplain kepadanya, lalu dia jelaskan biasanya selama ini berasnya bagus sesuai dengan Pedum.

Karena kami sudah biasa PO beras ke PT … Selama ini selalu terjamin kuantitas dan kwalitas berasnya. Maka kami sudah yakin dan tidak melakukan pengecekan isi berasnya. Lagian datang berasnya sudah larut malam,” jelasnya.

“Saat ini kami tengah berembug mencari solusi terkait masalah tersebut, saya merasa di rugikan pak. Karena beras yang saya PO itu beras yang sesuai pedum seperti biasanya kenapa di kirimnya seperti ini.” Tambahnya.

Ketua TKSK Kecamatan Ciampea Wiwi saat di hubungi via telepon untuk mengkonfirmasi masalah tersebut dan menanyakan sejauh mana pendampingan dan pengawasan TKSK.

Tujuannya untuk memastikan 6T dari bantuan pangan non tunai tersebut sehingga hal itu bisa terjadi. Wiwi tidak menjawab pertanyaan yang di ajukan.

(MP)