Saksi Ungkap Jaksa Bersatus Terdakwa Jual Barang Bukti Narkoba Untuk Tutupi Hutang

oleh -di lihat 11 kali
Stephanus Peter Imanuel

(RAKANEWS) TERNATE – Sidang lanjutan kasus Narkoba dengan terdakwa Stephanus Peter Imanuel alias Steven dengan agenda mendengar keterangan saksi. Dari dua orang saksi yang di hadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Ternate,Senin (11/10/2021) sore tadi.

Hakim ketua Rudy Wibowo memimpin langsung sidang tersebut serta didampingi dua hakim anggota, Ulfa Rury dan Sugianur dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan JPU Kejari Ternate Akmal Puram dan Pardi Mutalib.

Satu di antaranya Muzna alias Popy mengaku jika terdakwa Steven gegara hutang. Sehingga punya niat untuk menjual Barang Bukti (BB) hasil pelimpahan tahap II berupa barang bukti narkoba jenis ganja.

Saksi Muzna M. Faizal alias Popi dalam kesaksianya menyampaikan Steven saat itu membujuk dirinya untuk menjual BB pada kenalanya.

“Awal waktu itu terdakwa menghubungi saya untuk datang ke kosannya sambil mengirimkan video singkat via WhasApp. Di dalam video berdurasi singkat itu sepintas terlihat barang bawaan yang terbungkus kantong pelastik,” kata Saksi.

Dalam persidangan, Popi menjelaskan usai berbicang lewat WA kemudian dirinya di suruh untuk datang ke kostan terdakwa dengan alasan meminta bantuan. Sekaligus untuk mengechek barang yang dia kirimkan sebelumnya itu.

Penjelasan Terdakwa

Singkatnya, usai tiba di kediaman terdakwa sekitar pukul 08.30 WIT kami kemudian berbincang. Setelahnya terdakwa mengajak untuk memakai sabu-sabu sembari saya membuka paket yang dia bawa itu mengunakan gunting. Atas perintahnya ketika terbuka ternyata isinya ganja.

Lanjutnya, kata terdakwa itu BB yang telah di amankan karena ada agenda gelar perkara usai salah satu BB yang telah sobek. Tadi bingung untuk di rapikan lagi terdakwa kemudian meminta bantu agar saya menjual ke rekanan.

Kemudian saya mengiyakan permintaan terdakwa dengan menghubungi teman dan menjual BB tersebut. Tanpa pikir panjang lagi atas petunjuk terdakwa saya mulai membungkus ganja itu dengan kertas HVS. Sebagian mengunakan plastik bening yang telah di sediakan sebanyak 23 sachet, setelah itu saya jual ke teman seharga Rp 500 ribu.

Terkait keterangan yang di berikan Saksi Popi di hadapan majelis hakim di tanggapi terdakwa dengan membantah semua keterangan yang sampaikan saksi di hadapan.

Mohon izin yang mulia bahwa ada beberapa point yang di sampaikan saksi tadi itu tidak benar yakni soal saya menyuruhnya untuk menjual BB tersebut. Sebaliknya saya hanya meminta bantu karena BB yang telah di sobek itu untuk di rapikan kembali karena besok mau di serahkan untuk gelar perkara,” timpal Steven.

Kata dia, usai menggunakan sabu bersama Popi di kamar kosnya, kemudian saya di telpon kolega agar menemuinya. Seketika saya langsung pergi meninggalkan saksi ini di dalam kamar beserta BB tersebut di kamar sambil saya kunci pintunya.

Setelah itu saksi mengabari saya kalau dia mau pulang karena harus mengantarkan anaknya karena terus di hubungi suaminya. Lalu saksi keluar melewati jendela kamar kos saya.

Setelah kembali ke kos saya tidak lagi memperhatikan BB yang ada di kamar hanya saja saya mencari alat hisap sabu (bong) yang hilang dan menghubungi saksi,” paparnya.

Saling Mempertahankan Argumen

Setelah mendengarkan keterangan saksi maupun terdakwa majelis Hakim yang di ketuai oleh Rudy Wibowo menanyakan kepada keduanya. Terkait argumen yang telah di sampaikan dalam gelar persidangan keduanya tetap mempertahankan keterangan yang telah di sampaikan.

Majelis Hakim memutuskan melanjutkan sidang perkara narkoba dengan terdakwa Steven pada senin mendatang (18/10/2021) dengan agenda menghadirkan saksi memberatkan. Di mana telah di lampirkan dalam berita acara oleh JPU ada empat saksi lagi.

Sekedar di ketahui terdakwa Stephanus Peter Imanuel alias Steven juga merupakan seorang ASN di lembaga hukum. Dalam hal ini kejasaan yang berada di Kota Ternate.

Steven di duga tanpa hak atau melawan hukum menjual atau menawarkan barang bukti tahap II yang seharusnya di simpan di Kantor Kejasaan.

Selanjutnya tim Resnarkoba Polda Malut menciduk terdakwa di kosanya beserta barang bukti sabu yang saat itu sedang di pakainya.

ILON HI.M Marsaoly