Pansus RAPERDA P2KS Adakan RDP Dengan Masyarakat

oleh -di lihat 11 kali

rakanews.com KOTA BOGOR – Pansus (Raperda) Penyelenggaraan dan Penanganan Kesejahteraan Sosial (P2KS), menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk menampung masukan dari warga, Rabu (6/10).

RDP yang dipimpin oleh Ketua Pansus Dody Hikmawan, hadir juga anggota Pansus Mardiyanto, Endah Purwanti dan H. Mulyadi. Serta Dinas Sosial Kota Bogor dan Bagian Hukum dan HAM juga Setda Kota Bogor.

Dody mengatakan, RDP ini digelar untuk mengakomodir masukan dari masyarakat guna penyempurnaan Raperda P2KS.

Pansus DPRD ingin memastikan raperda ini tidak hanya diajukan untuk merevisi atau menggantikan Perda nomor 8 tahun 2009, yang sudah terlalu lama ya, sudah 12 tahun. Tetapi juga menginginkan hadirnya kesejahteraan sosial yang lebih baik bagi masyarakat Kota Bogor,” kata Dody.

Penyempurnaan Raperda P2KS ini nantinya akan menjadi pendukung aplikasi Sosial Integrasi Data (Solid) milik Dinsos Kota Bogor. Salah satu manfaatnya menyaring data warga miskin di Kota Bogor, sehingga erat kaitannya dengan pembahasan rancangan Perda P2KS.

Dalam RAPERDA ini ada bab khusus tentang data dan informasi. Mudah-mudahan aplikasi yang dibangun oleh Dinsos ini bisa berjalan dengan baik menjadi solusi permasalahan data dan informasi. Selama ini ada dari tahun ke tahun, misalnya sudah meninggal atau pindah, itu akan selesai,” ujarnya.

Belum lagi misalnya tiap kelurahan itu kan warga miskin nggak sama. Ada yang padat, ada juga yang malah nggak ada. Nah ini masuk dalam raperda di bab khusus tentang data dan informasi,” tandas politisi PKS itu.

Pihaknya berharap regulasi ini bisa segera rampung sebelum akhir tahun. Setelah pembahasan kali ini, ada catatan penting dalam raperda ini

Seperti memprioritaskan memberikan dukungan kepada koperasi dan UMKM di sektor ekonomi dan perlindungan penyandang disabilitas.

Selain itu, jadi catatan juga jika rancangan perda Santunan kematian ketika ditolak, bisa masuk di perda ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor Fahrudin menjelaskan, aplikasi Solid menjadi filter atau penyaring warga mana saja yang termasuk dalam warga miskin.

Diharapkan, data tersebut menjadi salah satu acuan dalam pembahasan rancangan perda P2KS sehingga menjadi lebih efektif.

Aplikasi ini filternya, mana yang benar-benar membutuhkan, benar-benar warga miskin yang mesti dibantu pemerintah,” paparnya.

Mantan kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor itu menambahkan, saat ini dalam aplikasi Solid ada 18 kriteria kemiskinan yang jadi filter dalam menentukan data kemiskinan.

Bisa daftar online, kalau nggak bisa atau nggak ada gadget, bisa ke kelurahan atau ke dinsos juga. Aplikasi Solid akan membantu dalam memperkuat regulasi ini.” Pungkasnya.