Presiden Sampaikan Kontribusi Indonesia Hadapi Situasi Darurat Sektor Energi dan Iklim

oleh -di lihat 150 kali

rakanews.com. BOGOR – Saat ini, dunia tengah menghadapi situasi sulit dalam sejumlah sektor, termasuk sektor energi dan iklim. Situasi sulit tersebut tidak dapat ditangani oleh satu negara saja.

“Melainkan tanggung jawab dunia dalam skala global.” Hal ini disampaikan Jokowi dalam pidatonya pada pertemuan Major Economies Forum on Energy and Climate 2021.

Melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (17/9). Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyampaikan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam menghadapi situasi darurat tersebut.

Dari sektor energi, pemerintah telah mencanangkan transformasi menuju energi baru dan terbarukan. Serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau pada bulan Agustus lalu.

Selain itu, Presiden mengungkapkan bahwa “Indonesia telah menargetkan netral karbon (Net Zero) pada tahun 2060 dengan kawasan percontohan yang masih terus dikembangkan“.

Terkait transisi energi, Presiden menuturkan; “bahwa kemitraan global sangat diperlukan karena transisi energi bagi negara berkembang membutuhkan pembiayaan dan teknologi yang terjangkau.”

Terakhir, Presiden menyampaikan dukungannya terhadap Global Methane Pledge atau ikrar aksi bersama yang bertujuan mengurangi 30 persen. Emisi metana global pada tahun 2030 yang dapat menjadi momentum penguatan kemitraan dalam mendukung kapasitas negara berkembang.

( sumber : setneg, Foto: Lukas – BPMI Setpres)

Poernama