Ground breaking Pabrik Batterai Kendaraan Listrik Pertama Di Indonesia bahkan Di Asia Tenggara

oleh -di lihat 88 kali
pabrik baterai kendaraan listrik

Rakanews.com – Groundbreaking ceremony pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bahkan di Asia Tenggara, milik PT HKML Battery Indonesia di Kompleks Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang.

Pemerintah Indonesia memberikan dukungan atas pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik. Pemerintah juga akan terus menggulirkan reformasi struktural untuk memberikan kepastian hukum. Juga kemudahan perizinan kepada para pelaku usaha dan para investor dalam mengembangkan usahanya di Tanah Air.

Groundbreaking ini adalah tindak lanjut dari kunjungan presiden Joko Widodo dua tahun lalu ke Busan, Korea Selatan. Di sana bertemu langsung para pengusaha besar di negara di sana.

Berharap kolaborasi antara perusahaan Korea Selatan dengan perusahaan Indonesia makin kuat. Serta melibatkan usaha mikro, kecil, dan usaha menengah di Tanah Air.

Industri baterai listrik untuk mobil listrik/electric vehicle (EV) terbesar se-Asean hari ini ground breaking di Karawang Jawa Barat.

Dicanangkan oleh Presiden, investasi senilai 15 trilyun ini datang dari teknologi LG Electric dan Hyundai Motors.

Dimulai 2022 Sampai 2023

Maret 2022, mobil listrik pertama secara massal akan dihadirkan dari pabrik di Karawang. 2023 baterai listrik pertama secara massal akan hadir pula dari Karawang.

Ini menjadikan Indonesia negara terdepan dalam transformasi industri kendaraan ramah lingkungan di dunia. Secara daring Menteri Investasi/Kepala (BKPM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa paling lambat Mei 2022 Indonesia sudah memproduksi mobil listrik.

Menteri BKPM mengatakan produksi mobil listrik ini adalah investasi Hyundai senilai 1,55 miliar dolar AS yang ditandatangani pada November 2019.

Meski pandemi COVID-19 melanda sejak 2020, namun perusahaan asal Korea Selatan tadi mampu untuk tetap merealisasikan investasi mereka.

Penandatanganan nota kesepahaman Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution untuk mendirikan usaha patungan yang memproduksi baterai untuk mobil listrik.

Sementara itu menteri investasi / Badan Koordinasi Penanaman Modal menyatakan “Alhamdulillah, tahap pertama mobil listrik yang kami tandatangani November 2019 mulai pembangunannya di 2020 sekalipun pandemi COVID-19. Di 2022 Mei paling lambat, Insya Allah sudah produksi. Jadi mobilnya sudah paten. Jadi Insya Allah, (sudah) produksi kita,” ungkapnya dari Jakarta.

Hyundai juga membentuk konsorsium yang terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution. Tujuannya untuk bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC).

Tujuannya adalah membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik dengan total nilai investasi sebesar 1,1 miliar dolar AS.

Fasilitas sel baterai yang dimulai pembangunannya Rabu ini rencananya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 10 Giga watt Hour (GwH). Produksinya berupa baterai untuk menyuplai kendaraan listrik buatan Hyundai.

Menteri BKPM mengemukakan bahwa pembangunan pabrik sel baterai dengan kapasitas produksi 10 GwH ini adalah bagian dari keseluruhan rencana proyek. Proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai 9,8 miliar dolar AS (setara Rp 142 triliun) yang telah ditandatangani bersama Korea Selatan.

10 GwH hari ini bagian dari 9,8 miliar dolar AS itu,” tambah Bahlil Lahadalia

Berita ini sudah tayang di Jabarmedia.com